Selasa, 09 Desember 2008

Kenangan - sel lemak dalam otak

Kenangan

Suatu sore saya sedang santai berbaring sambil mendengarkan lagi Mbak TTDJ. Lagu itu berjudul, kalo tidak salah, Separuh Hidup.

Sambil mendengar santai separuh sadar separuh tidur, gambar-gambar masa lalu bergentayangan keluar.

Setahun yang lalu, ternyata saya tidak sendirian seperti sore ini.
Saya memiliki kekasih hati.
Ya, ternyata itu tadi, lagu itu, lagu dia, lagu yang mewarnai hubungan kami.
Lagu yang aku insafi sebagai perasaanku kepada kekasih hatiku tadi.

Tidak ingin saya berbicara tentang kisah kasih bahagia saya dan dia yang berakhir tak indah dan tragis.
Ingin saya berbicara tentang kenangan.

Kenangan itu seperti lemak alot yang sangat sulit sekali untuk larut. Mengendap ia seakan tak tampak. Tapi sejatinya masih disana.
Atau mungkin kenangan itu sendiri berwujud seperti sel lemak dalam ruang otak? Mengendap lama tak hilang-hilang.

Jujur saja, kenangan indah saya dengan dia itu tidak enak untuk di ingat. Terlintas ia maka terenyuh perasaan ini.

Apakah kenangan itu bermetamorfosis, seperti kupu-kupu, tapi berkebalikan prosesnya. Dari suatu yang indah kepada suatu yang buruk rupa.

Sekarang mungkin status kenanganku dengan kekasih hatiku tadi adalah kenangan buruk.

Tapi ketika aku berfikir-fikir, bila ada dokter yang mampu memotong sel-sel lemak otak saya tadi, maka saya akan memilih untuk selamanya untuk hidup dengan kenangan itu.

Aneh memang, tidak menyenangkan tapi tidak mau dilepas.

Atau mungkin perasaan saya kepadanya juga sudah berubah menjadi sel lemak yang tinggal nyaman dalam hati saya?

Entahlah yang pasti, kadang aku juga rindu kepadanya.

Tidak ada komentar: